MB IPB Repository

Perencanaan Strategis Pengembangan Agribisnis Sagu Terpadu di Pulau Siberut

Nurlestari , Yuli (2000) Perencanaan Strategis Pengembangan Agribisnis Sagu Terpadu di Pulau Siberut. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
Download (357Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (355Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF
      Download (347Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF
        Download (495Kb) | Preview
          [img] PDF
          Restricted to Repository staff only

          Download (2021Kb)
            [img] PDF
            Restricted to Repository staff only

            Download (1666Kb)
              [img] PDF
              Restricted to Repository staff only

              Download (1903Kb)

                Abstract

                Yuli Nurlestari. Perencanaan Strategis Pengembangan Agribisnis Sagu Terpadu di Pulau Siberut. Di bawah bimbingan Bapak Setiadi Djohar dan Ibu Anny Ratnawati Sektor pertanian kehutanan menjadi harapan terbesar bagi bangsa Indonesia dalam upaya menghadapi krisis pangan dan krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Dalam rangka menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan (sustainable), perlu diiringi upaya diversifikasi pangan bahan baku domestik. Salah satu komoditas non beras yang berpotensi untuk penghasil pangan (karbohidrat) adalah sagu. Pulau Siberut memiliki potensi areal sagu yang cukup besar yaitu seluas 43,937 Ha Menurut Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 407Kpts-II/1993, sebagian lahan di pulau Siberut yaitu seluas 190,500 Ha (1.905 km2) ditetapkan sebagai Taman Nasioral Siberut yang pengelolaannya dengan sistem zonasi, dan dimanfaatkan bagi kepziltingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, rekreasi dan wisata dam. Dengan demikian pengembangan sagu untuk kegiatan agribisnis di Siberut dapa? dilaksanakm pada daerah diluar kawasan Taman Nasional dan daerah penyangga (di sekitar) Taman Nasional Siberut. Keterbatasan yang dihadapi masydcarat di wilayah Siberut dalam pengembangan agribisnis sagu terutama dalam sarana dan prasarana transportasi yang terbatas pada transport air, pendidikan yang rendah, kelembagaan yang belum optimal dan permodalan yang lemah. Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis potensi sagu dalam pemenuhan permintaan, (2) melakukan identifikasi lingkungan intemal dan ekstemal yang dihadapi, (3) menentukan strategi pengembangan agribisnis sagu di Siberut dan (4) merekomendasikan altenatif strategi pengembangan agribisnis sagu yang berkelanjutan bagi pemerintah (Taman Nasional, Departemen Kehutanan dan Perkebunan, Banpeda) maupun pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder). Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada pengkajian kondisi intemal dan ekstemal pulau Siberut dalam rangka lnengetahui poslsi Sibciur saat ini mtuk merencanakan pengembangan agribisnis sagu dalam jangka waktu 5 tahun. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Siberut, Kabupaten Pariaman, Propinsi Sumatera Barat selama 3 (tiga) bulan mulai Oktober 1999 sampai dengan Desember 1999. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kasus pada petani sagu dan pabrik pengolahan sagu d Siberut. Data yang diambil, meliputi data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif terdiri atas jumlah konsumsi sagu rata-rata per rumah tangga, jumlah pabrikan pengolah sagq kapasitas produksi pabrik pengolahan sagu, luas areal sagu, jumlah produksi sagu, harga jud tepung sagu di Siberut, hag1 pati sagu per pohon, dan produktivitas sagu serta jumlah tegakan sagu layak tebangl dewasa per hektar. Data kualitatif terdii atas sistem produksi sag4 sumberdaya manusia yang terlibat dalam pengembangan agribisnis sagu, sistem pemasaran, Kemampuan/sumber pemodalan, kegiatan penelitian dan eng gem bang an sagu, sistem informasi, keberadaan 3 sarana dan prasarana penunjang bagi pengembangan agribisnis sagu seperti sarana i transportasi dan komunikasi, data aspek ekonomi, data aspek politi, data aspek sosial dan kelembagaan serta aspek teknologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan F : cara obsewasi langsung, wawancara pribadi dan penyebaran kuisioner untuk mendapatkan data primer, sedangkan studi pustaka digunakan untuk mendapatkan data sekunder. Data kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, yaitu dengan analisis deskriptif, matriks internal - eksternal dan analisis matriks SWOT. Menurut hasil kuisioner rata-rata produksi sagu per responden 308.33 tampin 1 (setara dengan 12.3 ton sagu) atau 3.324 ton/ha/tahun. Produksi sagu di tingkat petani -c responden inipun masih jauh dibawah potensi produksi sagu Indonesia sebanyak 18 ton 5 sagu/ha/tahun Produksi sagu per pohon rata-rata petani responden sebanyak 3.68 hampir (setara dengan 347.2 kg). Rendemen sagu di Indonesia (pabrik Inhutani) baru mencapai 10 - 12 % sedangkan di Malaysia sebesar 19 % (Suparto, 1992). Rendahnya produksivitas sagu tersebut terjadi karena pada areal produktif terlihat pohon yang siap dipanen sudah terbatas, kurang terpelihara dan banyak areal yang kosong. Faktor Kekuatan dalam agribisnis sagu terpadu di Siberut terdiri atas (1) Potensi lahan sagu (2) Nilai sagu bagi masyarakat, (3) Jumlah tenaga kerja, (4) Dukungan kebijakan dan program pemerintah, (5) Keadaan tanah dan iklim yang cukup mendukung, (6) Kemudahan mendapatkan bibit. Sedangkan faktor kelemah meliputi (1) Teknologi budidaya yang masih sederhana menyebabkan produktivitas sagu masih rendah, (2) Kualitas hasil sagu yang rendah. (3) Teknologi pengelolaan limbah belum ramah lingkungan, (4) Tingkat keterampilan dan kualitas SDM rendah, (5) Program penelitian dan pengembangan sagu masih kurang, (6) Keterbatasan modal usaha, (7) Keterbatasan sarana dan prasarana kelembagaan, (8) Keterbatasan sarana dan prasarana produksi, (9) Keterbatasan sarana dan prasarana transportasi , (10) Teknologi industri yang lemah. Faktor Peluang terdiri atas (1) Perluasan kesempatan kerja, (2) Perluasan pasar, (3) Peningkatan taraf hidup masyarakat sekaligus kesejahteraannya, (4) Penerapan teknologi budidaya sagu yang baik, (5) Sagu sebagai komoditas unggulan, (6) Pemanfaatan sagu secara optimal, (7) Penerapanteknologi industri sehingga diperoleh nilai tambah , (8) Hubungan kemitraan. Faktor Ancaman terdiri atas (1) Eksploitasi sagu tak terkendali, (2) Okupasi areal gleh i penduduk, (3) F!lrktuasi tin!@ harga sagu yang tidak menentu, (4) Perekonnmian yang f kurang menguntungkan, (5) Mahalnya biaya transportasi, dan (6) Kondisi politik Evaluasi matriks IFE - EFE menunjukkan nilai faktor ekstemal sebesar (2.7295) dan 1 nilai faktor intemal sebesar (2.2136) sehingga berada kuadran V (hold and maintain), pada strategi pertumbuhan stabilitas. Sasaran umum pengembangan untuk komoditi sagu di Siberut adalah (1) Meningkatkan pendapatan petani, (2) Membantu kelompok usaha produksi (3) Memonitor dan mendorong usaha percontohan guna mencapai produksi yang berkelanjutan. Untuk itu perlu dilalcukan (a) Perencanaan kawasan sagq (b) perencanaan produks;, (c) pemasaran, (d) Sumber Daya Manusia, (e) Penelitian dm Pengembangan, (0 Keuangan dan (g) Manajemen Organisasi clan Kelembagaan. Alternatif formulasi strategis untuk pengembangan agribisnis sagu terpadu di Siberut terdii atas (1) strategi S - 0 meliputi optimalisasi produksi dan pengolahan sagu, pengembangan kemitraan dan peningkatan sistem pemasaran (2) strategi S - T meliputi penataan dan penetapan kawasan lahan sagu (3) strategi W-O meliputi pengembangan teknologi industri sagu, peningkatan kualitas SDM sagu peningkatan dan pemanfaatan penelitian dan pengembangan (litbang), pemberdayaan usaha kecil kewirausahaan, (4) strategi W - T meliputi strategi stakeholders aktif, pemantapan koordinasi kelembagaan agribisnis sagu Prioritas program pengembangan sagu terpadu di Siberut diarahkan pada program (1) penir~gkatante knik budidaya tanaman, (2) perbaikan teknologi pengolahan sagu dm usaha diversifikasi produk, (3) peningkatan sistem pemasaran dan distribusi hasil pada tingkat lokal, regional dan nasional, (4) perbaikan kualitas suxberdaya manusia melalui pelatihan dan penyuluhan, (5) peningkatan jalinan kemitraan maha dan mengembangkan akses permodalan. Dalam pengembangan agribisnis sagu di Siberut tetap memprioritaskan keinginan aspirasi masyarakat setempat (mengakomodasikan hak ulayat). Mengingat areal pengembangan sagu ini berada disekiiar Taman Nasional Siberut maka skala usahanya pabrik sagu disarankan pada skala kecil rumah tangga sampai menengah dengan kapasitas kebutuhan bahan baku sekitar 2 - 5 ton sagu per hari, dengan teknologi tepat guna.

                Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
                Uncontrolled Keywords: Perencanaan Strategis, Pengembangan Agribisnis Sagu Terpadu, manajemen strategis
                Subjects: Manajemen Strategi
                Divisions: Graduate Program of Management and Business > Perpustakaan
                Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
                Date Deposited: 12 Jan 2012 16:20
                Last Modified: 26 Jan 2012 12:04
                URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/891

                Actions (login required)

                View Item