MB IPB Repository

Arsitektur strategik pusat pengembangan agribisnis dan wisata (ppaw) perum perhutani

Didin, Kusdiana (2000) Arsitektur strategik pusat pengembangan agribisnis dan wisata (ppaw) perum perhutani. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
Download (334Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (383Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF
      Download (347Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF
        Download (315Kb) | Preview

          Abstract

          Perum Perhutani adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (SUMN) yang mengelola hutan negara di Pulau Jawa. Jumlah dan kepadatan penduduk P. Jawa yang sangat tinggi dengan laju pertambahannya yang juga tinggi menyebabkan timbulnya tekanan yang intensif terhadap hutan. Di pihak lain, kehadiran hutan pun justeru amat dibutuhkan guna mendukung keberadaan dan kelestarian P. Jawa. Selama ini, upaya penyelenggaraan perencanaan, pengurusan, pengusahaan dan perlindungan hutan-hutan di P. Jawa menghadapi masalah pokok berupa gangguan keamanan hutan yang makin hari kondisinya justeru semakin parah. Paradigma lama pengelolaan hutan yang hanya mementingkan pengelolaan kayu sudah tidak cocok lagi sehingga bersamaan dengan reformasi lahirlah paradigma baru pengelolaan hutan bersama masyarakat yang mengharuskan sumberdaya hutan dikelola untuk kepentingan semua organisme ciptaan Tuhan. Paradigma baru tersebut membuka peluang bagi sektor kehutanan bukan lagi hanya sekedar sebagai penghasil kayu. Pemanfaatan sumberdaya hutan non kayu secara efesien tampaknya akan memberikan peluang yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas, kemudian juga dapat membuka peluang usaha dan mendukung pembangunan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Dengan memberi peluang kepada masyarakat desa sekitar hutan untuk bekerja dan mengembangkan kegiatan-kegiatan usaha berbasis sumberdaya hutan non kayu, maka selain akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, pada akhirnya juga akan menumbuhkan kesadaran pada masyarakat desa sekitar hutan untuk ikut menjaga kelestarian hulan. Perum Perhutani berusaha menjawab perubahan paradigma tersebut dengan pertama-tama merumuskan visi dan misinya yang baru. Untuk mensosialisasikan kemudian mengimplementasikan visi dan misinya yang baru, Perum Perhutani Unit III Jawa Sarat mendirikan Pusat Pendidikan dan Latihan Agribisnis bersama Pondok Pesantren AI-Ittifaq yang pada perkembangan berikutnya diberi nama Pusat Pengembangan Agribisnis dan Wisata (PPAW) di Ciwidey. Masalahnya, bagaimana menjalankan PPAW sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya sebagai alat untuk mensosialisasikan dan untuk mengimplementasikan Visi dan Misi Perum Perhutani, sekaligus juga dapat dijadikan sebagai salah satu sumber penghasilan bagi perusahaan. Untuk itu perlu dicari manfaat-manfaat atau fungsionalitas apa yang akan ditawarkan PPAW kepada pelanggan, kompetensi-kompetensi apa yang diperlukan untuk menjalankan fungsionalitas tersebut, dan bagaimana antar muka pelanggan agar memungkinkan pelanggan untuk mengakses manfaat-manfaat tersebut secara efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesakan industri masa depan PPAW, dan menyusun arsitektur strategik untuk mewujudkan industri masa depan PPAW. Manfaat penelitian hanya untuk tingkatan kebijakan sedangkan untuk tingkatan organisasi dan operasionalnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Karenanya penelitian ini terbatas hanya sampai ke penyusunan arsitektur strategik, sedangkan implementasinya diserahkan pada pihak manajemen PPAW Perum Perhutani. Yang dimaksud dengan industri adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan produk yang dapat saling menggantikan. Metode deskriptif melalui studi kasus dipilih untuk melaksanakan penelitian ini, dimana data dan fakta dihimpun untuk selanjutnya dianalisis. Hasil analisis data dan fakta tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam mencari alternatif pemecahan masalah. Pengumpulan data dan fakta dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara, pengisian kuesioner dan studi kepustakaan. Obyek pengamatan ditetapkan berdasarkan informasi yang diperoleh dari para responden. Penentuan responden dilakukan secara sengaja, dimulai dari seseorang yang dinilai memiliki kapabilitas dan kompetensi pada bidang yang akan diteliti. Dengan teknik bola salju, yaitu selalu meminta informasi kepada setiap responden perihal pihak-pihak lain yang memiliki kapabilitas dan kompetensi pada bidang yang sedang dikaji, dari satu orang responden diperoleh informasi mengenai responden-responden yang lainnya. Maksud dan tujuan pendirian PPAW dianalisis melalui pengkajian Visi dan Misi Perum Perhutani serta paradigma baru pengelolaan hutan. Untuk mengetahui peluang dan ancaman yang mungkin timbul dilakukan analisis lingkungan eksternal yang terdiri dari lingkungan makro dan Iingkungan mikro. Berdasarkan maksud dan tUjuan pendiriannya dan dengan memperhatikan hasil analisis Iingkungan eksternal, dirumuskan industri masa depan PPAW. Kemudian analisis internal dilakukan untuk memeriksa tingkat kompetensi yang dimiliki Perum Perhutani guna menjalankan industri masa depan PPAW. Untuk menjembatani kondisi PPAW beserta Perum Perhutani saat ini dengan industri masa depan PPAW, disusun jalur migrasinya yang dinamai Arsitektur Strategik PPAW. Arsitektur strategik ini selanjutnya harus disosialisasikan dan dipersonifikasikan kepada seluruh jajaran pengelola dan pelaksana industri masa depan PPAW dengan jalan menyusun program-program yang akan dijalankan untuk mengembangkan produk dan kompetensi yang dibutuhkan. Program-program tersebut dipaparkan dalam bentuk tantangan organisasi. Krisis moneter yang menimpa Indonesia dan negara-negara lainnya di kawasan Asia Pasific pada pertengahan tahun 1997, telah membukakan aib-aib penyelenggaraan negara yang selama berpuluh-puluh tahun telah berhasil ditutup-tutupi dengan bermacam-macam upaya kamuflase. Oleh karena itulah, khusus di Indonesia, krisis moneter ini terus meluas ke berbagai krisis di bidang yang lainnya sehingga krisis yang menimpa Indonesia bersifat multidimensional. Pemulihan krisis tersebut diharapkan akan segera dimulai dengan mulai runtuhnya kekuasaan Rezim Orde Baru beserta seluruh pilarnya sehingga Iingkungan makro di Indonesia diperkirakan akan mulai pUlih sejak tahun 2000 dan akan mampu menciptakan kembali iklim berusaha yang mendukung. Nama PPAW menyiratkan industri yang akan dimasukinya yaitu agribisnis, pariwisata serta pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan hasil analisis Iingkungan mikro yang dilakukan terhadap ketiga industi tersebut, diketahui tingkat persaingan industri agribisnis yang rendah, sementara untuk kedua indutri yang lainnya sedang. Tingkat persaingan yang tertinggi ada dalam industri pendidikan dan pelatihan sehingga PPAW akan memasuki industri ini pada kesempatan yang terakhir. Karena Perum Perhutani memiliki kekuatan dalam penguasaan sumberdaya yang diperlukan untuk menjalankan industri-industri agnbisnis, wisata alam serta pendidikan dan pelatihan maka industri masa depan PPAW akan terdiri dari Agribisnis PPAW, Wisata Agro PPAW, Wisata Lintas Alam PPAW, Pendidikan dan Pelatihan PPAW dan Atraksi Wisata PPAW. Hasil analisis internal yang dilakukan terhadap kelima lini produk industri masa depan PPAW menunjukkan tingkat kompetensi yang dimiliki Perum Perhutani untuk menjalankan industri masa depan PPAW hanya sedikit menguasai. Kelemahan dalam menjalankan industri masa depan PPAW ini perlu diatasi dengan memilih strategi yang tepat dan berbagai alternatif strategi yang ada. Agar industri masa depan PPAW bisa terwujud, diperlukan jalur migrasi yang menghubungkan PPAW saat ini dengan industri masa depannya. Industri masa depan PPAW dibangun selama sepuluh tahun dengan arsitektur strategiknya yang disosialisasikan dan dipersonifikasikan kepada segenap jajaran pengelola dan pelaksana industri masa depannya. Agribisnis PPAW dimulai tahun 2001 melalui aliansi strategis dan dengan strategi unggul biaya. Pada tahun 2002 dilakukan aliansi dengan mitra tani tetap, sedangkan aliansi dengan investor dimulai pada tahun 2004. Diversifikasi konsentrik dilakukan dengan meluncurkan produk asuransi agribisnis pada tahun 2005. Tahun 2006 akan dimulai integrasi ke depan dengan melakukan kemitraan bersama para eksportir, supplier dan lain-lain. Penambahan kapasitas secara besar-besaran akan dilakukan tahun 2007. Setelah Agribisnis PPAW cukup besar, tahun 2009 akan dijalankan strategi pengembangan pasar melalui upaya menembus pasar luar negeri secara langsung. Kemudian setelah pasa luar negeri dikuasai, pada tahun 2010 akan dijalankan kembali strategi diversifikasi konsentrik melalui pengembangan agrDindustri guna meningkatkan nilai tambah poduk. Wisata Agro PPAW dimulai tahun 2005, setelah Agribisnis PPAW cukup kuat untuk dijadikan sebagai basisnya. Untuk memperkuat posisi bersaing akan dilakukan aliansi strategis serta akan diterapkan strategi diferensiasi. Posisi tersebut akan diamankan melalui aliansi dengan mitra wisata dan integrasi ke depan. Pada tahun 2008 akan dilakukan pengembangan produk dengan menciptakan paket-paket yang banu. Selanjutnya pada tahun itu juga, untuk memperluas jaringan akan dilakukan pula aliansi dengan investor. Sejak tahun 2003 akan mulai dijalankan Wisata Lintas Alam PPAW. Aliansi strategis dan diferensiasi tetap menjadi pilihan strategi yang akan diterapkan. Demikian pula untuk mengamankan posisi akan ditempuh aliansi dengan mitra wisata serta integrasi ke depan. Pengembangan produk serta aliansi dengan investor akan dimulai tahun 2006. Sejak tahun 2001 Pendidikan dan Pelatihan PPAW menyewakan fasilitas yang telah dimilikinya. Kegiatannya sendiri dimulai tahun 2002 untuk melaksanakan upaya penyebarluasan pengelolaan hutan bersama masyarakat melalui kegiatan agribisnis. Pada tahun 2003, calon-calon mitra wisata lintas alam akan menjalankan pendidikan dan pelatihan. Para calon investor agribisnis pun tidak ketinggalan mengikuti pendidikan dan pelatihan agribisnis pada tahun 2004. Calon-calon mitra wisata agro akan menjalankan pendidikan dan pelatihan pada tahun 2005. Tahun 2006 akan dimulai pendidikan dan pelatihan untuk calon investor wisata lintas alam, sedangkan bagi caloncalon investor wisata agronya baru diadakan tahun 2008. Setelah kegiatankegiatan ini mampu turut membangun industri masa depan PPAW, Industri Pendidikan dan Pelatihan PPAW akan memasuki persaingan industri yang sebenarnya. Atraksi Wisata PPAW akan dimulai tahun 2002 dengan menyelenggarakan Lomba Lintas Alam PPAW, yang berikutnya akan menjadi acara tahunan. Festival Agribisnis, yang juga akan menjadi acara tahunan, akan dimulai sejak tahun 2003. Sejak tahun 2006 kegiatan atraksi wisata akan mulai dilengkapi dengan pesta alam khas PPAW yang bersifat menghibur di alam terbuka. Setelah hampir seluruh industri masa depan PPAW berjalan dengan lancar, mulai tahun 2007 akan digelar Festival Wisata. Semenjak tahun 2008 atraksi wisata akan diseienggarakan dengan bantuan event organizer profesional guna lebih meningkatkan mutu atraksi wisata sebagai pesta tahunan yang meriah dan bersifat menghibur bagi sebanyak mungkin wisatawan yang berkunjung ke PPAW. Agar Arsitektur Strategik PPAW dapat membangun industri masa depannya, program-program untuk mengembangkan produk dan untuk memperoleh kompetensi yang diperlukan mesti dinyatakan sebagai tantangan organisasi yang disosialisasikan kepada seluruh jajaran pengelola dan pelaksana industri masa depan PPAW, sehingga dari mereka semua bisa diharapkan perhatian bersama guna memfokuskan segala daya dan upaya untuk membangun industri masa depan tersebut. PPAW didirikan sebagai salah satu instrumen untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan Visi dan Misi Perum Perhutani. Adapun tUjuannya adalah untuk mengembangkan agribisinis dan wisata bersama masyarakat desa sekitar hutan dan melibatkan masyarakat luas; menjadikannya sebagai alat pendekatan sosial, ekonomi dan kemasyarakatan; serta untuk menciptakan sumberdaya manusia yang tangguh dan berkualitas. Kemudian agar PPAW pun bisa menjadi sumber penghasilan Perum Perhutani, industri masa depannya yang terdiri dari agribisnis, wisata agro, wisata Iintas alam, pendidikan dan pelatihan serta atraksi wisata dibangun melaui Arsitektur Strategik PPAW. Arsitektur strategik tersebut selanjutnya disosialisasikan melalui tantangan organisasi yang harus menjadi fokus bersama dalam mengerahkan seluruh daya dan upaya. Karena arsitektur strategik ini bukan merupakan rencana yang rinci, beberapa hal perlu dikaji lebih lanjut dalam mengimplementasikannya, seperti bentuk organisasi dan operasional PPAW, organisasi-organisasi yang akan dijadikan mitra allansi strategis, pemeriksaan kompetensi yang diperlukan dalam setiap kegiatan pada kelima rantai nilai industri masa depan PPAW.

          Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
          Uncontrolled Keywords: Arsitektur strategik pusat pengembangan agribisnis dan wisata (ppaw) perum perhutani
          Subjects: Manajemen Strategi
          Divisions: Graduate Program of Management and Business > Perpustakaan
          Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
          Date Deposited: 04 Jan 2012 13:14
          Last Modified: 04 Jan 2012 13:14
          URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/864

          Actions (login required)

          View Item