MB IPB Repository

Model Sistem Perencanaan Penyediaan Pangan di Indonesia

Noersyachbana, Noersyachbana (1999) Model Sistem Perencanaan Penyediaan Pangan di Indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
Download (308Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (265Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF
      Download (268Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF
        Download (330Kb) | Preview

          Abstract

          Tujuan penelitian ini adalah membangun model sistem perencanaan penyediaan pangan di Indonesia dengan memasukkan faktor gizi, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi penyediaan pangan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan sistem dengan menggunakan perangkat lunak Stella Research. Data atau informasi yang digunakan dalam menyusun model ini adalah jumlah penduduk Indonesia menurut golongan umur dan jenis kelamin, angka kelahiran menurut golongan umur ibu, angka kematian bayi, produksi pangan, luas lahan, harga pangan, dan pola pangan atau konsumsi penduduk menurut golongan pengeluaran. Standar yang digunakan adalah angka kecukupan gizi rata-rata, daftar komposisi zat gizi pangan di Indonesia, dan banyaknya pangan untuk bibit, makanan temak, industri non pangan, serta tercecer (termasuk susut). Model sistem perencanaan penyediaan pangan di Indonesia dapat menghasilkan dua altematif perencanaan penyediaan pangan yaitu berdasarkan pola pangan harapan (PPH) dan pola pangan penduduk. Dengan mengpnakan data pola pangan penduduk dan harga pangan tahun 1997, maka hasil perhitungan berdasarkan pola pangan harapan menunjukan bahwa perkiraan produksi pangan Indonesia sampai tahun 2013 masih dapat memenuhi kebutuhan pangan PPH, kecuali kelompok pangan hewani (tahun 1999 kekurangan sebanyak 14.317.443 ton dan tahun 2013 kekurangan sebanyak 19.318.350 ton), kacang-kacangan (tahun 1999 kekurangan sebanyak 73.102 ton dan tahun 2013 kekurangan sebanyak 574.386 ton), serta sayur dan buah (tahun 2005 kekurangan sebanyak 317.227 ton dan tahun 2013 kekurangan sebanyak 4.759.019 ton). Dilain pihak hasil perhitungan berdasarkan pola pangan penduduk menunjukan bahwa perkiraan produksi pangan Indonesia sampai tahun 2013 masih dapat memenuhi permintaan pangan, kecuali kelompok kacang-kacangan (tahun 1999 kekurangan sebanyak 148.423 ton dan tahun 2013 kekurangan sebanyak 606.862 ton) serta sayur dan buah (mulai kekurangan sejak tahun 2003 sebanyak 652.060 ton dan tahun 2013 kekurangan sebanyak 6.476.31 1 ton). Implikasi dari sistem perencanaan penyediaan pangan di Indonesia merupakan kegiatan lintas sektoral yang didukung oleh beberapa departemen (Menpangan dan Hortikultura, Deptan, Dephutbun, Deptrans dan PPH, Depkes, Depag, BKKBN, Depkop dan PPK, Depperindag, serta BMG), lembaga pemerintah non departemen (BPPT, Bakosurtanal, dan LPI), dan perguruan tinggi. Melihat banyaknya pihak yang terkait, diperlukan satu badan khusus sebagai koordinator.

          Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
          Uncontrolled Keywords: Perencanaan, Penyediaan Pangan
          Subjects: Manajemen Teknologi
          Divisions: Graduate Program of Management and Business > Perpustakaan
          Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
          Date Deposited: 02 Jan 2012 10:52
          Last Modified: 02 Jan 2012 10:52
          URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/720

          Actions (login required)

          View Item