MB IPB Repository

Pendekatan Kemitraan Salah Satu Upaya Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Jambu Mete (Studi Kasus Peluang Pengembangan Kemitraan PT. X dengan Petani Jambu Mete Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Sarat)

Astuti, M (1998) Pendekatan Kemitraan Salah Satu Upaya Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Jambu Mete (Studi Kasus Peluang Pengembangan Kemitraan PT. X dengan Petani Jambu Mete Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Sarat). Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
Download (1197Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (742Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF
      Download (1673Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF
        Download (1374Kb) | Preview

          Abstract

          Komoditi jambu mete telah banyak dikembangkan di Kawasan Timur Indonesia, yang mempunyai musim hujan hanya 4 bulan, dimana komoditi lain sulit berkembang. Luas areal dan produksinya telah meningkat dari 116 ribu hektar dengan produksi 9 ribu ton pada tahun 1980, menjadi seluas 465 ribu hektar (meningkat 300 %) dengan produksi 77,5 ribu ton (meningkat 750 %) pada tahun 1996. Menurut jenis pengusahaannya, lebih dari 95 % diusahakan oleh perkebunan rakyat dan selebihnya oleh perkebunan besar swasta atau negara. Sesuai dengan ciri pengusahaan perkebunan rakyat yang mempunyai produktivitas rendah, sebagai akibat keterbatasan-keterbatasan yang ada pada petani, maka dalam rangka meningkatkan pendapatan petani jambu mete perlu ditempuh pendekatan kemitraan. Kemitraan dimaksud selain menguntungkan petani, juga menguntungkan industri pengolahan jambu mete, yang akhir-akhir ini banyak mengalami kekurangan bahan baku, karena kapasitasnya melebihi produksi dan kuatnya pasar ekspor.Mempertimbangkan hal tersebut di atas perlu dilakukan kajian untuk menganalisis peluang pengembangan kemitraan antara petani jambu mete dengan industri pengolahan. Studi kasus dipilih di daerah Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengingat daerah tersebut merupakan daerah sentra perkebunan rakyat jambu mete dan terdapat perkebunan swasta PT. X yang mempunyai kebun sendiri di wilayah tersebut, group perusahaanya sudah mempunyai industri pengolahan jambu mete di Demak , Jawa Tengah serta sudah memproses kemitraan dengan petani. Perumusan masalah dalam kajian dimaksud adalah bagaimana gambaran agribisnis jambu mete di Kabupaten Dompu dan permasalahan yang dihadapi petani, PT. X dan pemerintah daerah; bagaimana peluang pengembangan kemitraan antara PT. X dengan petani jambu mete dan program pelaksanaan apa yang perlu dirumuskan agar kemitraannya dapat meningkat, berkelanjutan dan dapat dikembangkan ditempat lain yang sejenis. Tujuan penelitian adalah menganalisis potensi dan permasalahan yang dihadapi agribisnis jambu mete di Kabupaten Dompu, baik yang menyangkut petani, PT. X dan pemerintah daerah; mengkaji peluang pengembangan kemitraan PT. X dengan petani jambu mete dan akhirnya merumuskan program yang diperlukan agar kemitraan antara PT. X dengan petani Jambu mete Untuk menjawab pertanyaan di atas, dilakukan pengumpulan data dengan cara wawancara dengan pakar dan Direksi PT. X terutama untuk menentukan peluang pengembangan kemitraan, disamping pengamatan langsung di lapangan dan menggunakan daftar pertanyaan untuk Dinas Perkebunan, industri pengolahan yang lain, Koperasi, pengurus kelompok tani dan petani. Disamping data primer, data dan informasi sekunder juga dikumpulkan dari PT. BAPPINDO, Pemda Kabupaten Dompu dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri dan konsultan pembinaan dan pengembangan kelembagaan petani. Dalam penelitian ini ditemukan 6 potensi dan 4 permasalahan PT. X, 4 potensi dan 4 permasalahan petani serta 3 potensi dan 3 permasalahan Pemerintah Daerah, yang mendorong untuk dilakukannya kemitraan PT. X dengan petani jambu mete Kabupaten Dompu. Dari berbagai faktor dan subfaktor potensi dan permasalahan yang mempengaruhi skenario peluang pengembangan kemitraan, dengan metode Proses Hirarki Analitik (PHA) diperoleh hasil bahwa yang mempunyai prioritas pertama adalah skenario pola kemitraan utuh dan berkesinambungan dengan bobot prioritas 0,557, kemudian kemitraan parsial (Iuasan) menempati urutan kedua dengan bobot prioritas 0,196; kemitraan parsial (sub-sistem) menempati urutan ketiga dengan bobot prioritas 0,169 dan skenario jual-beli menempati urutan keempat dengan bobot prioritas 0,144. Setelah diperoleh peluang, langkah selanjutnya adalah merumuskan program pelaksanaan kemitraan. Program pelaksanaan yang dirumuskan agar kemitraan PT. X dengan petani dapat berkelanjutan adalah membangun persepsi tentang kemitraan dengan jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan dan Pemerintah Daerah; memberdayakan kelembagaan petani melalui pelatihan yang jelas arahnya dan mengaktifkan Forum KoordinasirTP3D II untuk menyelesaikan konflik. Sedangkan program pelaksanaan agar kemitraan dapat dikembangkan ditempat lain yang berarti prosesnya harus jelas dan dapat diikuti pihak-pihak yang terkait, urutannya adalah identifikasi potensi dan permasalahan yang ada di lokasi; membangun kesamaan persepsi tentang kemitraan; sosialisasi pentingnya kemitraan dan langkah-Iangkah yang ditempuh kepada pihak yang terkait; pemberdayaan kelembagaan petani; memfasilitasi dan mengawal proses pengembangan kemitraan dan ketersediaan sumber dana; penuangan ikatan kerjasama, evaluasi dan monitoring dan menciptakan/mengaktifkan Forum Koordinasi untuk menyelesaikan konflik. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan kemitraan antara PT. X dengan petani jambu mete adalah Direktorat Jenderal Perkebunan/Pemerintah daerah segera mengalokasikan dana untuk pemberdayaan kelembagaan petani; Direktorat Jenderal Perkebunan segera menerbitkan formula harga; PT. X perlu melakukan penelitian penggunaan buah semu untuk makanan ternak dan menggunakannya.

          Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
          Uncontrolled Keywords: Pendekatan Kemitraan Salah Satu Upaya Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Jambu Mete (Studi Kasus Peluang Pengembangan Kemitraan PT. X dengan Petani Jambu Mete Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Sarat)
          Subjects: Manajemen Keuangan
          Manajemen Pemasaran
          Divisions: Graduate Program of Management and Business > Perpustakaan
          Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
          Date Deposited: 28 Dec 2011 13:20
          Last Modified: 28 Dec 2011 13:20
          URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/440

          Actions (login required)

          View Item