MB IPB Repository

Analisis alternatif sumber pembiayaan perusahaan melalui penerbitan obligasi, asset sales dan sumber pembiayaan lainnya serta pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan dengan pendekatan eva

Sitaresmi, Nurina (2010) Analisis alternatif sumber pembiayaan perusahaan melalui penerbitan obligasi, asset sales dan sumber pembiayaan lainnya serta pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan dengan pendekatan eva. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (371Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF - Published Version
    Download (307Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF - Published Version
      Download (319Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF - Published Version
        Download (331Kb) | Preview
          [img]
          Preview
          PDF - Published Version
          Download (719Kb) | Preview

            Abstract

            Dalam rangka untuk mendanai aktivitas bisnisnya maka perusahaan senantiasa membutuhkan berbagai macam pilihan alternatif sumber pembiayaan perusahaan. Sumber pembiayaan tersebut dapat diperoleh baik secara internal maupun eksternal, dimana kesemua hal tersebut sangatlah mempengaruhi struktur modal perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan berupaya untuk membentuk struktur modal yang optimal untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Perusahaan pembiayaaan harus senantiasa memiliki berbagai alternatif sumber pendanaan/pembiayaan yang bervariasi untuk mengurangi ketergantungan perusahaan dari pinjaman investor atau bank. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga tingkat kesehatan perseroan karena jika pinjaman meningkat maka porsi hutang bertambah dan bunga pinjaman yang akan dibayar oleh perusahaan akan semakin besar. Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan no.84/PMK.012/2006 tanggal 29 September 2006 pasal 29 mengenai persyaratan pinjaman dan penyertaan, pada ayat 3 menyebutkan bahwa jumlah pinjaman bagi setiap perusahaan pembiayaan dibandingkan jumlah modal sendiri dan pinjaman subordinasi dikurangi penyertaan, setinggi-tingginya sebesar 10 kali. Namun pada kenyataannya bila debt to equity ratio (komposisi hutang terhadap modal sendiri) lebih dari 5 kali, banyak investor yang tidak bersedia untuk memberikan pinjaman, dengan kekhawatiran perusahaan pembiayaan tersebut tidak dapat membayar kembali pokok pinjaman beserta bunga pinjaman kepada investor. PT. X merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang dalam aktivitas usahanya memberikan kredit kendaraan bermotor kepada konsumen. Oleh karena itu, perusahaan tersebut senantiasa membutuhkan tambahan dana segar dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan akan likuiditas dana perusahaan. Tambahan dana tersebut dapat digunakan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan akan modal kerja, untuk menutupi berbagai macam biaya seperti biaya operasional perusahaan, biaya entertainment untuk menjaga hubungan baik dengan supplier, dealer dan investor, biaya untuk aktivitas promosi dan iklan, serta kebutuhan dana untuk melunasi segala kewajiban perusahaan. Dalam dunia perusahaan pembiayaan, sumber pembiayaan perusahaan yang berasal dari penjualan piutang relatif masih awam dan masih belum banyak yang menggunakannya sehingga tidak terdapatnya keseragaman sistem diantara perusahaan yang melakukan kegiatan pembiayaan tersebut. Penjualan piutang yang dimaksud dalam penulisan ini yaitu asset sales dimana setelah perusahaan mendapatkan dana yang berasal dari penjualan piutang kepada investor atau bank maka resiko dari tidak tertagihnya piutang menjadi tanggung jawab lembaga anjak piutang sepenuhnya (without recourse). Selain sumber pembiayaan yang berasal dari asset sales tersebut, penelitian ini juga menggunakan sumber pembiayaan yang berasal dari obligasi dan alternatif sumber pembiayaan lainnya yaitu hutang dan ekuitas. Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan penelitian ini yaitu: (1) Menganalisa komposisi pembiayaan asset sales, obligasi dan alternatif sumber pembiayaan lain (ekuitas dan hutang) yang menghasilkan biaya modal rata – rata tertimbang (weighted average cost of capital) yang paling rendah dan dapat menghasilkan kinerja perusahaan yang paling baik berdasarkan pendekatan EVA; (2) Menganalisis dan mengidentifikasi peranan kontribusi dari penerbitan obligasi, asset sales dan alternatif sumber pembiayaan lain (ekuitas dan hutang) terhadap kinerja perusahaan berdasarkan pendekatan Economic Value Added (EVA). (3) Menganalisis korelasi antara alternatif sumber pembiayaan (asset sales, obligasi, hutang dan ekuitas) dan NOPAT dengan Economic Value Added (EVA). Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor (sepeda motor). Data yang dianalisis sejak triwulan I (Maret) tahun 2006 sampai dengan triwulan IV (Desember) tahun 2009. Penulisan ini dilakukan dalam bentuk studi kasus melalui analisis data sekunder berupa laporan keuangan triwulanan perusahaan selama periode 2006-2009, laporan atau data-data lain yang menunjang pada PT. X. Teknik analisis yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk menjawab permasalahan yang terjadi. Pengolahan data menggunakan software Mc. Excel untuk menghitung berbagai konsekuensi finansial yang timbul dari pilihan alternatif pembiayaan seperti biaya, pendapatan dan lain sebagainya. Dalam menganalisis pengaruh dari pembiayaan asset sales, obligasi dan alternatif pembiayaan lainnya (hutang dan ekuitas) terhadap nilai EVA dilakukan regresi berganda. Selain itu juga digunakan Pearson correlation untuk menganalisis korelasi antara sumber alternatif pembiayaan (asset sales, obligasi, hutang dan ekuitas) dan NOPAT dengan Economic Value Added (EVA). Software yang digunakan untuk analisis regresi berganda dan Pearson correlation menggunakan sofware SPSS. Penelitian ini dilakukan melalui tiga simulasi dengan mengubah – ubah proporsi dari komponen sumber pembiayaan perusahaan, dimana berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan jika dibandingkan antara pembiayaan existing, pembiayaan asset sales, pembiayaan obligasi, pembiayaan hutang dan pembiayaan ekuitas pada tiga simulasi maka pembiayaan dengan asset sales pada simulasi II menghasilkan cost of capital yang paling rendah dan menghasilkan kinerja perusahaan yang paling baik yang ditunjukkan dengan nilai EVA yang tertinggi dan bernilai positif. Besarnya komposisi dari masing – masing sumber pembiayaan tersebut yaitu : asset sales 61%, hutang 30%, ekuitas 9% dan obligasi 0%. Namun jika perusahaan ingin melakukan diversifikasi pembiayaan perusahaan seperti yang saat ini dilakukan oleh PT. X maka simulasi III merupakan yang paling ideal dengan menghasilkan nilai cost of capital yang paling rendah dan menghasilkan nilai EVA tertinggi dengan komposisi : asset sales 35%, hutang 34%, obligasi 22%, ekuitas 9%. Berdasarkan analisis regresi berganda didapatkan bahwa hanya NOPAT dan ekuitas saja yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dan tidak ada perbedaan yang nyata antara kinerja perusahaan (nilai EVA) pada bulan Desember dan Non Desember. Sementara itu, berdasarkan hasil uji korelasi yang dilakukan antara berbagai alternatif sumber pembiayaan (asset sales, obligasi, hutang dan ekuitas) dan NOPAT sebagai konsekuensi dari pemilihan alternatif tersebut terhadap EVA maka dapat disimpulkan bahwa EVA hanya berhubungan signifikan dengan ekuitas. Hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan menggunakan sumber pembiayaan yang memiliki nilai cost of capital yang relatif mahal untuk mendukung kegiatan operasional bisnisnya dan pembiayaan dengan asset sales merupakan pembiayaan yang menghasilkan nilai cost of capital termurah dimana dalam kerjasama asset sales kualitas piutang yang dijual kepada investor sangatlah penting dalam menciptakan pendapatan dan laba perusahaan. Oleh karena itu sangatlah penting dalam menjaga kualitas kredit kepada konsumen dan Perseroan harus memiliki dan dapat mengimlementasikan beberapa strategi pengelolaan resiko kredit. Selain itu juga pembiayaan dengan asset sales menunjukkan kinerja perusahaan yang paling baik dengan indikator nilai EVA tertinggi dimana dengan pendekatan EVA ini memperhitungkan biaya modal sebagai konsekuensi dari pilihan pembiayaan perusahaan. Oleh karena itu dalam menilai kinerja perusahaan terutama kinerja finansial maka metode EVA ini dapat direkomendasikan sebagai tambahan informasi bagi manajemen selain informasi yang diperoleh dari rasio – rasio keuangan.

            Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
            Uncontrolled Keywords: Asset sales, Corporate bond, NOPAT (Net Operating Profit After Tax), Economic Value Added (EVA), Weighted Average Cost of Capital (WACC) asset sales, factoring, weighted average cost of capital (WACC), Net Operating Profit After Tax (NOPAT ), Economic Value Added (EVA)
            Subjects: Manajemen Keuangan
            Divisions: UNSPECIFIED
            Depositing User: Library
            Date Deposited: 02 Aug 2011 07:51
            Last Modified: 11 Sep 2014 10:39
            URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/40

            Actions (login required)

            View Item