MB IPB Repository

Analisis kinerja bank dan pembentukan portofolio saham sub sektor bank di bursa efek indonesia

Panggalih, Ganjar Putra (2011) Analisis kinerja bank dan pembentukan portofolio saham sub sektor bank di bursa efek indonesia. Masters thesis, Program Pascasarjana Manajemen Dan Bisnis IPB.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (338Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF - Published Version
    Download (315Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF - Published Version
      Download (320Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF - Published Version
        Download (323Kb) | Preview
          [img]
          Preview
          PDF - Published Version
          Download (612Kb) | Preview

            Abstract

            Pada umumnya tingkat keuntungan dan resiko berbanding lurus. Usaha untuk menurunkan resiko dapat dilakukan apabila pemodal melakukan serangkaian investasi (diversifikasi) dan bukan investasi tunggal. Investasi yang dilakukan pada beberapa alat investasi ini disebut portofolio. Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki indeks sektoral yang merupakan sub indeks dari Indeks Harga Saham Gabungan. Pada tahun 2009 tercatat jumlah emiten dalam sub sektor bank sebanyak 29 emiten dengan total perdagangan saham mencapai Rp 124,542,243 Juta yang merupakan total perdagangan terbesar kedua setelah sub sektor pertambangan batu bara (Research Division IDX, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk Menjelaskan cara pemilihan saham sub sektor bank yang akan dimasukan dalam portofolio investasi dan menjelaskan profil dari setiap bank yang sahamnya terpilih tersebut, menganalisis tingkat penerimaan dan resiko masing – masing saham dalam sub sektor bank, dan menentukan proporsi masing – masing saham sub sektor bank yang akan diinvestasikan sehingga membentuk portofolio yang optimal. Tempat penelitian tidak secara langsung digunakan namun menggunakan data – data berdasarkan laporan publikasi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia. Waktu penelitian pada bulan Agustus sampai dengan Oktober tahun 2010. Pendekatan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan studi kasus, analisis data kuantitatif serta studi pustaka dari berbagai literatur yang berkaitan dengan lingkup penelitian. Saham sub sektor bank yang akan digunakan adalah saham yang masuk ke dalam Indeks LQ45 pada periode Agustus 2009 – Januari 2010. Berdasarkan Pengumuman BEI no Peng-00439/BEI.PSH/07-2010 mengenai Saham Emiten Yang Masuk dan Keluar Dalam Perhitungan Indeks LQ45 dapat diketahui saham sub sektor bank apa saja yang masuk ke dalam LQ45. Saham sub sektor bank yang terpilih masuk adalah saham PT. Bank Central Asia, Tbk (BBCA), PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BBRI), PT. Bank Negara Indonesia, Tbk (BBNI), PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk (BBTN), PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk (BDMN), dan PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk (BMRI). Profil masing – masing Bank yang sahamnya terpilih dilihat menggunakan indikator CAMELS. PT. Bank Central Asia, Tbk pada periode 31 Desember 2009 memiliki CAR sebesar 15.3%, tingkat NPL (gross) sebesar 0.7%, pengelolaan manajemen dengan tata kelola perusahaan yang baik, rasio ROA, ROE, dan NIM masing – masing 3.4%, 31.8%, dan 6.44, tingkat LDR sebesar 50.3%, dan manajemen resiko pasar terhadap resiko fluktuasi tingkat suku bunga dan nilai tukar valuta asing. PT. Bank Negara Indonesia, Tbk pada periode 31 Desember 2009 memiliki CAR 13.8%, tingkat NPL (gross) sebesar 4.7%, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dalam manajemen usaha perusahaan, rasio ROA, ROE, dan NIM masing – masing sebesar 1.7%, 16.3%, dan 6.0%, tingkat LDR 64.1%, dan pengelolaan resiko pasar secara lebih terintegrasi ke dalam Treasury Management Information System. PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk pada periode 31 Desember 2009 memiliki CAR 13.20%, tingkat NPL (gross) sebesar 3.52%, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dengan menyelaraskan dengan budaya perusahaan, rasio ROA, ROE, dan NIM masing – masing sebesar 3.73%, 35.22%, dan 9.14%, tingkat LDR 80.88%, dan pengukuran resiko pasar yaitu resiko suku bunga dan resiko nilai tukar dilakukan melalui pendekatan metode standaridised sesuai PBI no 5/12/PBI/2003. PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk pada periode 31 Desember 2009 memiliki CAR 21.54%, tingkat NPL (gross) sebesar 3.36%, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dengan memanfaatkan momentum pelaksanaan IPO, rasio ROA, ROE, dan NIM masing – masing sebesar 1.47%, 18.27%, dan 4.65%, tingkat LDR 101.29%, dan pengukuran resiko pasar menggunakan perhitungan Standard Method dan resiko nilai tukar yang timbul dari fluktuasi nilai tukar dikelola dengan cara menjaga Posisi Devisa Neto sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk pada periode 31 Desember 2009 memiliki CAR 20.7%, tingkat NPL (gross) sebesar 4.5%, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik untuk menghadapi perkembangan resiko bisnis dan tantangan usaha, rasio ROA, ROE, dan NIM masing – masing sebesar 2.0%, 14.9%, dan 12.0%, tingkat LDR 88.8%, dan pengelolaan resiko pasar melalui Divisi Resiko Pasar dan Likuiditas. PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk pada periode 31 Desember 2009 memiliki CAR 15.7%, tingkat NPL (gross) sebesar 2.8%, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dengan lima tahapan (governance commitment, governance structure, governance mechanism, sosialisasi – evaluasi, dan konsistensi penerapan), rasio ROA, ROE, dan NIM masing – masing sebesar 3.0%, 22.1%, dan 5.2%, tingkat LDR 61.4%, dan pengukuran resiko pasar dengan membagi menjadi Resiko Pasar – Trading Book, Resiko Pasar – Banking Book dan Management Pricing. Pada periode pengamatan Agustus – Oktober 2010, saham dengan kode BBCA memperoleh rate of return tertinggi pada 15 September 2010 dengan tingkat penerimaan sebesar 7.4%. Sedangkan penerimaan terendah adalah pada 3 Agustus 2010 dengan tingkat kerugian 3.4%. Saham dengan kode BBNI memperoleh rate of return tertinggi pada 15 September 2010 dengan tingkat penerimaan sebesar 8.8% dan rate of return terendah pada 22 September 2010 dengan tingkat kerugian sebesar 4.1%. Untuk kode saham BBRI rate of return tertinggi terjadi pada 25 Oktober 2010 sebesar 8.8% dan rate of return terendah pada 2 Agustus 2010 dengan kerugian sebesar 4.5%. Kode saham BBTN, rate of return tertinggi terjadi pada 19 Agustus 2010 sebesar 6.6% dan rate of return terendah pada 3 Agustus 2010 dengan kerugian 3.1%. Untuk kode saham BDMN, rate of return tertinggi didapat pada 25 Oktober 2010 sebesar 6.3% sedangkan pada 3 Agustus 2010 mengalami rate of return terendah dengan kerugian sebesar 4.7%. Kode saham BMRI mengalami rate of return tertinggi pada 15 September 2010 sebesar 7.1% dan rate of return terendah terjadi pada 1 Oktober 2010 dengan kerugian sebesar 4.9%. Saham BBNI menghasilkan nilai expected rate of return tertinggi pertama sebesar 0.50% dengan tingkat resiko tertinggi kedua bersama BMRI sebesar 2.30%. Saham BDMN menghasilkan nilai expected rate of return tertinggi kedua sebesar 0.40% dengan tingkat resiko tertinggi ketiga sebesar 2.10%. Saham BBCA dan BMRI menghasilkan nilai expected rate of return tertinggi ketiga sebesar 0.30% dengan tingkat resiko BBCA tertinggi keempat sebesar 2.00%. Saham BBTN dan BBRI menghasilkan expected rate of return terendah dengan nilai 0.10%, dimana saham BBRI memiliki tingkat resiko tertinggi sebesar 2.70% dan saham BBTN memiliki resiko terendah sebesar 1.70%. Pasangan saham yang memiliki koefisien korelasi positif paling kuat yaitu pasangan saham BBNI dan BMRI dengan nilai sebesar 0.569. Hal ini dimungkinkan karena baik BBNI maupun BMRI merupakan bank BUMN yang sahamnya mayoritas dimiliki Pemerintah dan pada tahun 2011 akan direncanakan untuk melakukan right issue. Sedangkan pasangan saham yang memiliki koefisien korelasi positif paling lemah adalah saham BBNI dan saham BBTN dengan nilai koefisien sebesar 0.043. Pembentukan portofolio menggunakan model Markowitz dengan bantuan aplikasi Investment Analysis menghasilkan Tingkat resiko terendah yang dihasilkan kelompok saham terpilih sebesar 0.9% dengan expected rate of return sebesar 0.3%. Sedangkan expected rate of return tertinggi yang dihasilkan senilai 0.5% dengan tingkat resiko yang tersedia sebesar 1.80%, 1.90%, 2.00%, 2.10%, 2.20%, dan 2.30%. Dari 17 portofolio efisien yang sudah terbentuk, saham BBNI dan BDMN selalu masuk ke dalam setiap portofolio. Hal ini bisa berkaitan dengan nilai expected rate of return masing – masing saham dimana saham BBNI dan BDMN merupakan saham dengan nilai expected rate of return tertinggi pertama dan kedua. Saham yang paling sedikit masuk portofolio adalah saham BBTN dengan hanya masuk ke portofolio 1, 2, dan 3. Portofolio yang disarankan untuk dipilih oleh tipe investor ini adalah portofolio 1 dengan tingkat resiko terendah yaitu 0.90% dan expected rate of return sebesar 0.30%. Portofolio ini terdiri dari saham BBCA sebesar 18.88%, saham BBNI sebesar 14.11%, saham BBRI sebesar 9.79%, saham BBTN sebesar 25.53%, saham BDMN sebesar 17.50%, dan saham BMRI sebesar 14.20%. Portofolio yang disarankan untuk tipe investor ini adalah portofolio 12 sampai dengan 17 dimana nilai dari expected rate of return tertinggi sebesar 0.50% dengan resiko yang dihasilkan masing – masing 1.80%, 1.90%, 2.00%, 2.10%, 2.20%, dan 2.30%. Portofolio 12 terdiri dari saham BBNI sebesar 78.26% dan saham BDMN sebesar 21.74%. Portofolio 13 terdiri dari saham BBNI sebesar 80.42% dan saham BDMN sebesar 19.58%. Portofolio 14 yang terdiri dari saham BBNI sebesar 84.72% dan saham BDMN sebesar 15.28%. Portofolio 15 yang terdiri dari saham BBNI sebesar 90.00% dan saham BDMN sebesar 10.00%. Portofolio 16 yang terdiri dari saham BBNI sebesar 94.71% dan saham BDMN sebesar 5.29%. Portofolio 17 yang terdiri dari saham BBNI sebesar 99.55% dan saham BDMN sebesar 0.45%.

            Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
            Uncontrolled Keywords: Portfolio, Bank’s Stocks, CAMELS, and Markowitz Model Portofolio, Saham Sub Sektor Bank, CAMELS, serta Model Markowitz
            Subjects: Manajemen Keuangan
            Divisions: UNSPECIFIED
            Depositing User: Library
            Date Deposited: 31 Jul 2011 10:26
            Last Modified: 12 Jul 2014 11:19
            URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/31

            Actions (login required)

            View Item