Analisis Manajemen Modal Kerja Perusahaan Industri Tekstil (Studi Kasus : PT Benang Utama)

Tirta, H. Aming (2007) Analisis Manajemen Modal Kerja Perusahaan Industri Tekstil (Studi Kasus : PT Benang Utama). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img] Text
E25-01-Aming-Cover.pdf - Published Version

Download (397kB)
[img] Text
E25-02-Aming-Abstract.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img] Text
E25-03-Aming-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img] Text
E25-04-Aming-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img] Text
E25-05-Aming-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (400kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Era globalisasi yang selalu berkembang membuat setiap perusahaan harus bersaing ketat dalam memperebutkan pasar. Sebelum sistem kuota dihapus, Indonesia menikmati jatah untuk mengekspor tekstil ke wilayah Amerika dan Eropa. Namun setelah sistem kuota tersebut dihapus, Indonesia harus bersaing ketat menghadapi China yang sudah lebih dulu siap memasuki pasar Amerika dan Eropa, dan menghadapi pendatang baru seperti Vietnam yang begitu cepat tumbuh dan siap merebut pangsa pasar. Pengelolaan keuangan merupakan hal yang sangat penting diperhatikan oleh peusahaan selain harga dan kualitas produk serta pelayanan terhadap pelanggan. Hal ini agar perusahaan tetap eksis dan dapat bermain di pasar global serta mendapatkan keuntungan yang maksimal. PT Benang Utama, perusahaan yang bergerak dalam industri tekstil, khusunya benang jahit, harus bersaing ketat, baik di pasar lokal maupun di pasar global. Perusahaan memerlukan suatu perumusan strategi yang tepat dan komprehensif untuk mencapai tujuannya sehingga tercipta industri yang mempunyai daya saing tinggi. Pihak manajemen perlu melakukan pengelolaan dana yang baik untuk kelancaran kegiatan operasinya, karena kekurangan modal kerja akan menggangu kegiatan operasi perusahaan sehari-hari. Namun, di sisi lain, modal kerja yang berlebihan menunjukkan pengelolaan dana yang tidak efektif dan akan menimbulkan inefisiensi, seperti biaya bunga pinjaman yang berlebihan atau investasi yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan dilihat dari aspek profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, efisiensi dalam pengelolaan aset. Penelitian ini juga bertujuan mengkaji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja pada PT Benang Utama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan dapat dijadikan rekomendasi atau saran bagi perusahaan dalam mengambil langkah-langkah yang sebaiknya ditempuh guna peningkatan kemampuan keuangan perusahaan pada tahun-tahun berikutnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yaitu data historis perusahaan dan studi literatur yang terkait dengan pokok bahasan penelitian ini. Analisis laporan keuangan dibuat berdasarkan laporan keuangan auditan dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005, laporan keuangan tahun 2006 yang belum diaudit, dan peramalan (forecast) untuk tahun 2007. Disamping analisis laporan keuangan, dilakukan juga uji korelasi antara faktor-faktor yang berhubungan dengan modal kerja seperti : nilai penjualan, tingkat suku bunga, kebijakan investasi/pendanaan, serta teknologi yang digunakan. Selanjutnya dibuat analisis persamaan regresi berganda yang hasil regresinya digunakan untuk menguji angka-angka modal kerja menurut proyeksi laporan keuangan tahun 2007. Hasil analisis vertikal dan analisis horizontal atas laporan keuangan untuk periode tahun 2001-2005 menunjukkan bahwa tren penjualan meningkat, namun marjin laba bersih (net profit margin) turun (bahkan pada tahun 2004 net profit margin minus). Hal ini terutama disebabkan karena persentase kenaikan biaya penjualan lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan penjualannya, serta adanya biaya pesangon karyawan dan kerugian penjualan mesin-mesin yang disebabkan karena adanya penutupan divisi corespinning di Jawa Timur. Demikian halnya dengan forecast tahun 2007. Penjualan mengalami kenaikan dibanding tahun 2006, namun operating profit margin turun. Hal ini juga disebabkan karena persentase kenaikan biaya penjualan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan nilai penjualan. . Tingkat kembalian ekuitas (return on equity/ROE) mulai tahun 2002 sampai tahun 2005 mengalami penurunan, bahkan menjadi minus pada tahun 2004. ROE untuk tahun 2006 mulai meningkat, namun pada forecast tahun 2007 mengalami pernurunan. Sampai dengan tahun 2006 perusahaan belum pernah membayar dividen, dan pembayaran dividen baru diproyeksikan pada tahun 2007 sebesar 12,9% dari laba ditahan tahun 2006 atau 9,3% dari laba ditahan tahun 2007 sebelum dikurangi dividen. Jika pembayaran dividen sudah mencapai level maksimal, maka ROE tahun-tahun berikutnya akan mangalami peningkatan dengan asumsi bahwa perusahaan akan tetap memperoleh keuntungan. Kesulitan likuiditas perusahaan sampai tahun 2005 disebabkan karena arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasional lebih banyak digunakan untuk membayar pinjaman jangka panjang. Rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas menjadi rendah. Indikasi kesulitan likuiditas tersebut didukung oleh angka Z’Scores yang hanya 2,14 (di bawah cutoff point 2,90). Perputaran konversi kas (cash conversion cycle/CCC) menunjukkan tren perbaikan, namun tidak diikuti dengan peningkatan aktiva operasional (operating assets). Operating assets turun, karena kas yang diperoleh dari peningkatan CCC tersebut lebih banyak digunakan untuk membayar hutang jangka panjang. Manajemen PT Benang Utama disarankan agar tidak melakukan pembayaran hutang jangka panjang atau belanja modal yang didanai oleh arus kas dari kegiatan operasional, tetapi dilakukan secara bertahap dengan cara rollover, atau mencari alternatif sumber pendanaan lain. Sampai akhir tahun 2006 program jaminan pensiun karyawan yang dicadangkan perusahaan mencapai Rp 11,6 milyar. Namun dana cadangan tersebut tidak disisihkan atau disimpan pada perusahaan asuransi resmi yang mengelola dana pensiun. Hal ini dapat mengakibatkan ketersediaan dana untuk menutupi pembayaran pensiun pada saat karyawan pensiun atau pada saat perusahaan pailit tidak terjamin. Agar ketersediaan dana pensiun terjaga, perusahaan hendaknya menyisihkan dana jaminan pensiun tersebut secara terpisah atau dikelola oleh perusahaan asuransi resmi yang mengelola dana pensiun, sehingga karyawan akan memperoleh kepastian untuk menerima uang pensiun pada saat mencapai usia pensiun Analisis regresi menunjukkan bahwa semua variabel independen mempunyai hubungan dan berpengaruh positif dengan aktiva lancar dan kewajiban lancar. Variabel yang berpengaruh secara signifikan adalah kebijakan investasi, kebijakan pendanaan dan teknologi, sedangkan nilai penjualan dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan, karena adanya pengaruh kebijakan manajemen dalam menetapkan rata-rata umur piutang, rata-rata umur persediaan, dan rata-rata umur hutang. Galat antara modal kerja menurut forecast tahun 2007 dengan modal kerja menurut regresi (angka forecast lebih tinggi dari angka hasil regresi) disebabkan karena tingginya proyeksi saldo kas, dimana kelebihan saldo kas tersebut tidak dimanfaatkan untuk memperoleh nilai tambah atau mengurangi biaya bunga. Manajemen PT Benang Utama disarankan agar menerapkan kebijakan kas optimal (holding cash policy) agar saldo kas dapat dikendalikan dan tidak melebihi kebutuhan sebagaimana terjadi pada forecast tahun 2007. Manajemen perusahaan hendaknya melakukan efisiensi biaya penjualan (terutama biaya promosi dan diskon tunai) dan meningkatkan kualitas produk serta pelayanan. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing untuk memasuki pasar Amerika, sehingga dapat meningkatkan marjin keuntungan. Perusahaan perlu merumuskan jumlah pembayaran dividen yang proporsional untuk meningkatkan ROE dengan memperhatikan ketersediaan dana agar tidak mengganggu likuiditas perusahaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Laporan Keuangan, Modal Kerja, Tekstil, Z'Scores, Regresi.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 18 Aug 2011 08:34
Last Modified: 24 Feb 2015 04:11
URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/196

Actions (login required)

View Item View Item