MB IPB Repository

Analisis Rantai Nilai Dan Keunggulan Kompetitif Agribisnis Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Bogor

Evy Cahyani, Utari (2010) Analisis Rantai Nilai Dan Keunggulan Kompetitif Agribisnis Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Bogor. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img] PDF - Published Version
Download (93Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (64Kb)
      [img] PDF - Published Version
      Download (68Kb)
        [img] PDF - Published Version
        Download (71Kb)
          [img] PDF - Published Version
          Download (84Kb)

            Abstract

            UTARI EVY CAHYANI, 2010. Analisis Rantai Nilai dan Determinan Keunggulan Kompetitif Agribisnis Ayam Ras Pedaging di Kabupaten Bogor. Di bawah bimbingan ARIEF DARYANTO dan RINA OKTAVIANI . Sektor pertanian mempunyai potensi yang baik karena memiliki kontribusi yang cukup besar pada PDB. Sub sektor peternakan merupakan salah satu sub sektor yang pertumbuhan kontribusi terhadap PDB dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Ayam ras pedaging merupakan komoditas peternakan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Prospek pasar dan pengembangan agribisnis ayam ras pedaging di Indonesia baik pada subsistem hulu, subsistem budidaya, maupun subsistem hilir sangat terbuka lebar. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) dalam komponen biaya input untuk tenaga kerja yang relatif murah Saat ini Indonesia belum menjadi produsen hasil peternakan ayam yang mampu bersaing di pasar global. Hal ini dikarenakan penerapan Supply Chain Management (SCM) pada agribisnis perunggasan khususnya ayam ras pedaging belum terlaksana dengan baik. Kondisi yang terjadi saat ini pada agribisnis ayam ras pedaging Indonesia adalah antara setiap subsistem yang terlibat pada umumnya masih tersekat-sekat sehingga sulit untuk bersaing di pasar bebas. Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi unggas terbesar di Indonesia. Jawa Barat juga merupakan pemasok terbesar produk unggas terutama daging ayam ke ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Pada tahun 2010 pemerintah DKI memberlakukan Kebijakan perunggasan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) yang mensyaratkan bahwa unggas yang masuk wilayah DKI harus sudah dalam bentuk karkas atau daging ayam. Karena itu, diperlukan adanya penyesuaian bagi pelaku industri perunggasan hulu, khususnya peternak dan pedagang ayam ras pedaging dari daerah-daerah pemasok utama (Bogor, Depok, Tangerang, Sukabumi, Cianjur, Ciamis, dan Tasikmalaya). Salah satu sentra produksi ayam ras pedaging terbesar di Jawa Barat adalah Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Menganalisis rantai nilai ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor, (2) Menganalisis faktor-faktor yang menentukan keunggulan kompetitif agribisnis ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor, (3) Menganalisis strategi peningkatan keunggulan kompetitif agribisnis ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dimana di daerah tersebut merupakan sentra produksi ayam ras pedaging terbesar di Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2010. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif menggunakan studi kasus sentra ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Pengambilan contoh dalam penelitian ini dibagi menjadi dua jenis. Pertama, untuk responden rantai nilai terdiri dari stakeholder ayam ras pedaging yaitu, peternak ayam ras pedaging yang terdiri dari company farm, poultry shop, dan independent farm, peternak mitra, rumah potong ayam, dan instansi pemerintah. Kedua menggunakan pendekatan non probability sampling (contoh tak berpeluang) dimana dalam penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) untuk analisis keunggulan kompetitif. Penelitian dimulai dengan menganalisis rantai nilai ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor dengan mengidentifikasi masing-masing aktor yang terlibat di dalamnya, melakukan analisis margin rantai nilai, dan melakukan analisis biaya produksi usaha ternak ayam ras pedaging. Berikutnya dilakukan analisis terhadap determinan keunggulan kompetitif pada model Diamond Porter yang paling menentukan keunggulan kompetitif agribisnis ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor. Kemuadian hasil dari kedua analisis sebelumnya dipadukan dengan menggunakan pendekatan matriks untuk memperoleh strategi upgrading yang sesuai untuk pengembangan agribisnis ayam ras pedaging yang berkelanjutan Secara geografis Kabupaten Bogor mempunyai luas sekitar 2.237,09 km2. Angkatan kerja yang terdapat di Kabupaten Bogor 35,07 % bekerja di bidang Pertanian. Rentetan hulu hingga hilir dalam agribisnis ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor terdiri dari: (1) Pemasok Sarana Produksi Ayam Ras Pedaging; DOC, pakan, obat dan vitamin, peralatan, (2) Peternak Ayam Ras Pedaging yang terdiri dari; Company Farm, Poultry Shop,dan Independent Farm, (3) Peternak Skala Kecil, (4) Pengepul, (5) RPA, (6) Prosesor. Analisis rantai nilai dimulai dari pemasok sarana produksi ayam ras pedaging, peternak ayam ras, pengepul, RPA dan prosesor. Pada budidaya ayam ras pedaging terdapat sistem kemitraan formal dalam agribisnis ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil wawancara dengan perusahaan inti dan peternak plasma (mitra) ayam ras pedaging, di Kabupaten Bogor terdapat tiga pola kemitraan usaha yaitu: 1) Pola Perusahaan Inti Rakyat dengan kesepakatan, yaitu: a) melalui kontrak harga pada saat DOC masuk kandang, dan b) harga mengikuti harga pasar, 2) Pola Bagi Hasil, dan 3) Pola Kontrak Kandang dan Jasa Tenaga Kerja (maklun). Aliran ayam ras pedaging dari peternak ke konsumen di Kabupaten Bogor terdiri dari beberapa saluran yaitu: (1) Peternak  Pengepul  RPA  Konsumen, (2) Peternak  Pengepul  Pasar Tradisional, (3) Peternak  RPA  Konsumen. Saluran distribusi yang pertama biasanya dilakukan oleh peternak poultry shop. Sedangkan saluran kedua dilakukan oleh independent farm. Saluran distribusi ketiga biasanya dilakukan oleh company farm karena perusahaan melakukan bisnis yang terintegrasi karena sekaligus memiliki RPA untuk proses selanjutnya setelah budidaya. Model yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor keunggulan kompetitif adalah "The National Diamond" atau Teori Berlian Porter. Namun karena lingkup yang diteliti adalah wilayah Kabupaten Bogor maka digunakan model yang secara spesifik untuk lokasi (kawasan) tertentu. Setiap faktor yang terdapat pada Teori Berlian Porter memiliki atribut-atribut penting yang mampu menjelaskan secara detail faktor yang ada. Berdasarkan hasil penilaian responden, faktor yang dinilai paling penting dan berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif agribisnis ayam ras pedaging antara lain: Sumberdaya manusia, kemampuan pemasok domestik, ragam permintaan domestik, tingkat persaingan dalam industri perunggasan domestik, kebijakan pemerintah di bidang perunggasan, jiwa kewirausahaan pelaku bisnis ayam ras pedaging. Hasil analisis rantai nilai dan analisis faktor-faktor penentu keunggulan kompetitif ayam ras pedaging, dapat dirangkai dan disusun melalui pendekatan matrik untuk saling melengkapi dalam merumuskan alternatif strategi upgrading. Strategi peningkatan keunggulan kompetitif pada rantai nilai ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor dikelompokkan menjadi empat. Product Upgrading dengan strategi berupa: (1) Peningkatan kualitas ayam melalui teknik budidaya dan manajemen pemeliharaan, (2) Pengembangan produk sesuai dengan segmen pasar yang akan dituju. Process Upgrading, (1) Pengembangan sistem informasi harga dan pemasaran yang transparan, (2) Pengembangan pola kemitraan yang adil dan menguntungkan, (3) Peningkatan kualitas SDM terutama peternak, (4) Pengembangan jiwa kewirausahaan pada peternak. Functional Upgrading, (1) Pengembangan klaster ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor, (2) Integrasi vertikal agribisnis ayam ras pedaging dalam satu wilayah, (3) Pengembangan kebijakan tentang tata ruang wilayah budidaya ayam ras pedaging. Channel Upgrading, (1) Pengembangan saluran pemasaran tanpa merugikan masing-masing actor, (2) Perlindungan usaha terhadap praktik persaingan yang tidak adil.

            Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
            Uncontrolled Keywords: rantai nilai, keunggulan kompetitif, strategi upgrading, ayam ras pedaging, Kabupaten Bogor
            Subjects: Manajemen Sistem Informasi
            Divisions: UNSPECIFIED
            Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
            Date Deposited: 28 Jul 2012 12:44
            Last Modified: 28 Jul 2012 12:44
            URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/1509

            Actions (login required)

            View Item