MB IPB Repository

Pembentukan dan risiko holding period portofolio optimal saham jakarta islamic index

Masri, Morina (2012) Pembentukan dan risiko holding period portofolio optimal saham jakarta islamic index. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (339Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF - Published Version
    Download (312Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF - Published Version
      Download (321Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF - Published Version
        Download (340Kb) | Preview
          [img]
          Preview
          PDF - Published Version
          Download (615Kb) | Preview

            Abstract

            Berinvestasi saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang yang tahu memanfaatkan peluang untuk memperoleh keuntungan maksimal dari harta yang dimilikinya. Berbagai alternatif jenis investasi dapat dilakukan pada instrumen keuangan mulai dari yang berisiko kecil (pasar uang) seperti deposito, emas, valas, sampai dengan investasi yang berisiko besar (pasar modal) yaitu investasi dalam bentuk saham, obligasi dan lainnya. Investor selalu dihadapkan pada dua hal yang saling berlawanan yaitu memaksimalkan keuntungan yang diharapkan serta meminimumkan tingkat risiko yang dihadapi. Risiko yang dihadapi oleh investor dibagi dalam dua bagian yaitu risiko tidak sistematis (unsystematic risk) dan risiko sistematis (systematic risk). Risiko tersebut dapat diminimalisir dengan diversifikasi pada portofolio saham. Pada penulisan tesis ini dilakukan kajian terhadap 7 saham-saham Jakarta Islamic Index (JII) yang telah lolos seleksi pemilihan saham selama periode 2007-2010, meliputi saham AALI, ANTM, INTP, INCO, TLKM, UNVR dan KLBF. Data yang digunakan adalah data harga penutupan harian saham-saham JII, IHSG dan BI Rate sebagai aset bebas risiko. Pembentukan portofolio dilakukan dengan dua model, yaitu Single Index Model (SIM) dan model Markowitz. Kedua model ini dibandingkan satu sama lain sehingga diperoleh model mana yang memberikan kinerja pembentukan portofolio optimal yang lebih baik. Kinerja portofolio diukur dengan menggunakan 4 (empat) metode, yaitu Treynor Ratio, Sharpe Ratio, Jensen Ratio dan Information Ratio (IR)/Appraisal Ratio. Kombinasi saham yang diperoleh dari pembentukan portofolio optimal dan mempunyai kinerja yang lebih baik, selanjutnya dihitung berapa besarnya kerugian maksimal yang ditanggung oleh investor jika ia menanamkan dananya dengan holding period tertentu sesuai preferensi investor. Di samping itu, pada SIM, proses pemilihan kandidat saham pembentuk portofolio dilakukan sebelum portofolio terbentuk atau dengan kata lain sudah terbentuk pada saat perhitungan excess return to beta (ERB). Metode Markowitz digunakan untuk penentuan portofolio optimal dilakukan pada saat telah terbentuknya beberapa kombinasi portofolio pada grafik efficient frontier. Selanjutnya, portofolio optimal diperoleh dari persinggungan garis Capital Alocation Pricing Model (CAPM) dengan grafik efficient frontier. Pembentukan portofolio optimal pada SIM diperoleh melalui dua tahap, yaitu pemilihan kandidat portofolio optimal sebagai tahap pertama dan tahap kedua adalah pembentukan portofolio optimal. Tahap pertama, diperoleh dengan cara mencari rata-rata expected return dari masing-masing saham yang diteliti, return pasar dan return dari IHSG. Selanjutnya dicari beta saham dengan proses regresi linier biasa, tingkat risiko masing-masing saham, rasio ERB, dan cut off point (C*). Dari tahapan tersebut diperoleh saham-saham yang masuk dalam kandidat portofolio optimal. Rasio ERB dan cut off point (C*) memberikan saham yang termasuk dalam kandidat saham optimal dan saham yang tidak optimal. Pada penelitian ini, ada dua saham dari tujuh saham JII yang diteliti, yang masuk dalam kandidat portofolio optimal, yaitu saham AALI dan saham KLBF. Dari tahap pertama, diperoleh return untuk saham AALI sebesar 0,135% dan return saham KLBF sebesar 2,728%, sedangkan risiko saham AALI adalah sebesar 3,5% dan risiko saham KLBF sebesar 64, 99%. Setelah diperoleh risk and return dari kandidat portofolio optimal, selanjutnya dilakukan tahap kedua yaitu pembentukan portofolio optimal. Penentuan proporsi dana terhadap saham dilakukan pada tahap kedua sebagai nilai yang menentukan besarnya risk and return portofolio optimal. Proporsi dana yang diperoleh untuk saham AALI adalah sebesar 93,52% dan proporsi dana untuk saham KLBF adalah sebesar 6,48%, sehingga diperoleh return portofolio optimal sebesar 0,3% dan risiko portofolio optimal sebesar 5,3%. Dari proporsi dana ini juga dihitung beberapa alternatif investasi dengan return pada berbagai tingkat risiko. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi keinginan investor. Model Markowitz adalah model kedua yang digunakan dalam pembentukan portofolio optimal pada 7 saham JII yang akan diteliti. Portofolio optimal diperoleh dari titik persinggungan antara Capital Allocation Line (CAL) atau garis CAPM dengan grafik efficient frontier. CAL merupakan garis dari return aset bebas risiko, dimana dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate). Terdapat beberapa titik yang masuk ke dalam portofolio efisien pada grafik efficient frontier. Dari beberapa titik portofolio efisien tersebut akan dihitung satu titik persinggungan antara CAL dengan grafik efficient frontier yang akan membentuk portofolio optimal. Model Markowitz pada penelitian ini dilakukan melalui 3 tahap, yaitu memilih kombinasi portofolio yang memberikan risiko paling kecil pada tingkat return tertentu. Dari 3 portofolio efisien yang dipilih, yaitu portofolio yang terdiri dari 7 kombinasi saham, 6 kombinasi saham dan 5 kombinasi saham, maka diperoleh bahwa kombinasi portofolio dari 7 kombinasi saham adalah yang optimal karena bersinggungan dengan garis CAL, dengan proporsi 79,76% untuk saham AALI dan 11,41% untuk saham ANTM, 2,5% untuk saham INTP, 5,51% untuk saham INCO, 0,71% untuk saham TLKM, 0,1% untuk saham UNVR dan 0,00% untuk saham KLBF. Return portofolio yang dihasilkan dari portofolio optimal tersebut adalah sebesar 0,2% dan tingkat risikonya sebesar 3,1%. Pada portofolio optimal dengan model Markowitz ini memberikan return yang lebih kecil bila dibandingkan dengan SIM, namun risiko yang dihasikan juga lebih kecil daripada risiko pada SIM. Setelah diperoleh risk and return optimal dari kedua model SIM dan model Markowitz, maka kedua model tersebut diukur kinerjanya sehingga diperoleh model terbaik dalam pembentukan portofolio optimal untuk penelitian ini. Ukuran kinerja yang dipakai adalah Treynor Ratio, Sharpe Ratio, Jensen Ratio dan Information Ratio (IR)/Appraisal Ratio. Tiga (3) dari empat (4) ukuran kinerja, yaitu Treynor Ratio, Jensen Ratio dan Information Ratio (IR), memberikan hasil bahwa kinerja pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan SIM lebih baik daripada model Markowitz. Selanjutnya, penelitian juga melakukan perhitungan besarnya kerugian maksimal dengan holding period tertentu yang dihasilkan dari portofolio optimal yang dihasilkan dari metode dengan kinerja terbaik di atas, yaitu metode SIM. Perhitungan tersebut dilakukan dengan pendekatan atau metode Value at Risk (VaR). Metode VaR diukur dengan pengujian data return saham. Pengujian data return tersebut melalui 3 uji statistik, meliputi uji stasioneritas, uji normalitas, dan uji heteroskedastisitas. Dari Uji stasioneritas, diperoleh bahwa kedua saham AALI dan KLBF memiliki saham yang stasioner. Uji stasioneritas return dilakukan dengan Augmented Dickey Fuller (ADF) test untuk memastikan bahwa data sudah stasioner. Data dalam keadaan stasioner berarti tidak terdapat perubahan yang sistematis dalam varians, sehingga proses differencing tidak perlu dilakukan. Pada uji stasioner ini juga dihitung model ARMA/ARIMA terbaik melalui proses trial and error. Model ARMA/ARIMA ini sebagai dasar dalam perhitungan mencari standar deviasi pada uji heteroskedastisitas untuk data yang bersifat heteroskedastisitas melalui program minitab. Untuk saham AALI, model ARIMA terbaik adalah ARIMA(1,0,1)25 dan model ARIMA terbaik untuk saham KLBF adalah ARIMA(1,01)15. Uji statistik yang kedua adalah uji normalitas, dimana diperoleh bahwa data kedua saham tidak terdistribusi secara normal. Jarque-Bera adalah uji statistik untuk mengetahui apakah data terdistribusi secara normal atau tidak. Pada uji statistik yang ke-3, yaitu uji heteroskedastisitas, diperoleh bahwa saham AALI bersifat heteroskedastis dan saham KLBF bersifat homoskedastis. Uji heteroskedastisitas ini adalah untuk menetukan besarnya standar deviasi suatu saham. Data saham AALI yang bersifat heteroskedastisitas terlebih dahulu harus di homoskedastis melalui model ARCH/GARCH, sehingga diperoleh varian dan standar deviasi dengan model terpilih/terbaik adalah GARCH (2,0,2)25 yang diperoleh dari proses trial and error dengan program Eviews 6, sehingga data tersebut bersifat homoskedastisitas. Standar deviasi untuk saham KLBF menggunakan standar deviasi biasa yang diperoleh sama dengan perhitungan SIM karena data sudah bersifat homoskedastis. Standar deviasi untuk saham AALI adalah sebesar 2,51% dan standar deviasi untuk saham KLBF adalah sebesar 64,99%. Dari standar deviasi tersebut dapat dihitung besarnya kerugian maksimal dari portofolio yang akan ditanggung oleh investor. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai VaR portofolio adalah sebesar 4,81% dengan holding period tertentu. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa SIM adalah model kinerja pembentukan portofolio optimal yang lebih baik daripada model Markowitz, yang diukur dengan 4 (empat) ratio pengukuran kinerja. Sedangkan risiko holding period dihitung dengan metode Value at Risk (VaR). Saran untuk penelitian berikutnya adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membentuk portofolio optimal dengan menggunakan metode yang lain seperti multi index model sebagai perbandingan.

            Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
            Uncontrolled Keywords: Optimum Portfolio, Jakarta Islamic Index, Single Index Model, Markowitz Model, Value at Risk Method
            Subjects: Manajemen Keuangan
            Divisions: UNSPECIFIED
            Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
            Date Deposited: 12 May 2012 11:49
            Last Modified: 01 Jul 2014 11:26
            URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/1442

            Actions (login required)

            View Item