MB IPB Repository

Analisis Fakor Motivasi Dalam Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL

Sartika, Dewi (2002) Analisis Fakor Motivasi Dalam Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img] PDF
Download (988Kb)
    [img] PDF
    Download (915Kb)
      [img] PDF
      Download (899Kb)
        [img] PDF
        Download (1443Kb)
          [img] PDF
          Restricted to Repository staff only

          Download (15Mb)

            Abstract

            Menghadapi tantangan pemberdayaan potensi kelautan, TNI AL sebagai salah satu unsur Pertahanan dan Keamanan bersama-sama dengan Departemen/ Instansi terkait dituntut untuk dapat mengembangkan segenap potensi kelautan yang ada untuk kepentingan masyarakat Indonesia umumnya serta dapat digunakan untuk kepentingan pertahanan nasional di laut khususnya. Dibentuknya Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL (Dispotmar) merupakan implementasi dari tugas TNI AL dalam memberdayakan potensi kelautan. Dispotmar mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan fungsi dan pelaksanaan kegiatan pembinaan potensi nasional maritim yang meliputi pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM), sumber daya alam dan buatan serta sarana dan prasarana nasional di bidang maritim serta dinamisasi pembangunan kelautan. Unsur penentu dalam pembinaan potensi maritim (binpotmar) adalah SDM. Oleh karena itu dituntut kinerja yang optimal dari seluruh personel atau anggotanya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang adalah motivasi kerja. Kendala dan hambatan yang ada akan lebih mudah diatasi apabila memilih motivasi kerja yang tinggi dalam bekerja. Untuk membangkitkan motivasi kerja di bidang binpotmar, perlu ditanamkan sikap dan pandangan yang sama tentang kelautan, karena sikap positif terhadap kelautan akan membangkitkan motivasi kerja. Oleh karena itu pemimpin TNI AL diharapkan dapat menciptakan kondisi lingkungan kerja yang dapat membangkitkan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan: 1) Menganalisis keragaan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja sebagai pendukung terlaksananya proses pembinaan potensi maritim dan 2) Merumuskan altematif kebijakan yang tepat terhadap motivasi agar dapat meningkatkan kinerja SDM Dispotmar di masa mendatang. Melalui penelitian ini, dapat diketahui motivasi kerja dominan yang ada pada SDM terhadap binpotmar. Untuk mengukur variabel-variabel motivasi kerja digunakan metode deskriptif melalui studi kasus, mempelajari, mengkaji dan menyimpukan kondisi motivasi kerja dari SDM yang ada dan hubungannya dengan kinerja. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah Analisis Foktor, suatu alat analisis yang dikembangkan dalam bidang psikometrik. Penelitian dilakukan terhadap personel perwira TNI AL yang bertugas di bidang pembinaan potensi maritim, meliputi Dispotmar Mabes TNI AL , Komando Utama Armada Barat dan Armada Timur, Pangkalan-pangkalan Utama TNI AL dan pangkalan-pangkalan TNI AL di seluruh wilayah Indonesia. Secara keseluruhan dilibatkan 59 responden. Sedangkan variabel-variabel motivasi kerja yang diteliti sejumlah 16 variabel. Dari pengolahan data kuesioner dan analisis faktor yang dilakukan secara bertahap diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Dari 16 variabel motivasi kerja yang diteliti, meliputi: Gaji, Jaminan pekerjaan, Kondisi kerja, Status, Kebijaksanaan dan administrasi, Hubungan atasan dan bawahan, Hubungan dengan teman sejawat, Kehidupan pribadi, Prestasi, Pengakuan, Tanggung jawab, Kemajuan/kesempatan berkembang, Pekerjaan itu sendiri, Keamanan, Pengawasan dan Kesempatan dimanifeskan ke dalam 16 item pernyataan dalam kuesioner. Keseluruhan variabel tersebut dinyatakan cukup absah untuk dianalisis dengan menggunakan analisis faktor. Pengujiannya dengan menggunakan metode Kaiser-Meyer-Olkin(KMO) dan diperoleh nilai KMO sebesar 0,782 (lebih besar dari batas nilai absah 0,5). 2. Dilakukan perhitungan korelasi matriks dengan tujuan mencari koefisien korelasi dari semua pasangan variabel motivasi kerja. Variabel yang dipertahankan adalah yang mempunyai nilai korelasi lebih besar dari 0,5. Selanjutnya dilakukan ekstraksi faktor untuk menentukan jenis-jenis faktor yang akan digunakan untuk analisis faktor. Estimasi faktor menggunakan Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis) yang akan membentuk kombinasi linier dari variabel-variabel yang diobservasi dikuti dengan perhitungan nilai eigen (eigenvalue) untuk menyatakan nilai variansi masing-masing variabel motivasi kerja. Agar hasil ekstraksi dapat diinterpretasikan, dilakukan rotasi dengan menggunakan metode Varimax dengan tujuan untuk merotasi faktor awal hasil ekstraksi sehingga di dalam setiap faktor tercakup sesedikit mungkin variabel. 3. Dari hasil analisis faktor diperoleh indikasi bahwa dari 16 variabel motivasi kerja yang dianalisis terkelompok dalam 5 (lima) faktor dominan, yaitu: a) Faktor Keamanan kerja, b) Faktor Prestasi kerja, c) Faktor Pekerjaan dan tanggung jawab, d) Faktor Kondisi kerja dan e) Faktor Pengawasan . Dari hasil pengolahan data dengan Analisis faktor dan masukan dari responden pada penelitian ini dapat diformulasikan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh pemimpin TNI AL untuk meningkatkan motivasi kerja di bidang pembinaan potensi maritim yang berkaitan dengan peningkatan kinerja adalah : 1. Menciptakan kondisi kerja yang nyaman, khususnya di pangkalan-pangkalan TNI AL tertentu yang cukup rawan dengan memperhatikan faktor keamanan kerja, misalnya dengan menyediakan sarana angkutan laut yang layak pakai (seperti kapal motor). 2. Memberi kesempatan kepada personel mengembangkan wawasan berfikirnya terutama yang berhubungan dengan bidang pekerjaannya antara lain melalui pendidikan S1, S2 bidang kelautan , seminar dan lain-lain. 3. Menjalin komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan dengan mengembangkan sistem laporan kemajuan kerja dan dievaluasi oleh atasan atau kepala bagiannya. Hasil evaluasi ditindaklanjuti dengan arahan perbaikan kerja. 4. Memberlakukan masing-masing anggota sebagai pribadi yang unik, memiliki kepribadian sendiri-sendiri, tidak menyamaratakan karena masing-masing memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda. 5. Menetapkan dan mengesahkan aturan-aturan kerja sebagai pedoman kerja serta membuat prosedur dan mekanisme keja yang jelas antara lain petunjuk kerja harus jelas (Job Description). 6. Memenuhi jumlah personel sesuai struktur organisasi untuk menghindari jabatan rangkap. 7. Membangkitkan kebanggaan dan gairah keja dengan meyakinkan pada personel bahwa bekerja di bidang binpotmar merupakan penghargaan terhadap personel yang berprestasi. 8. Memberikan kesempatan kepada personel untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan instansi atau organisasi terkait di bidang potensi maritim. 9. Membangkitkan motivasi kerja dengan pemberian reward bagi personel yang berprestasi. 10. Memberikan nilai tambah bagi personel yang berdinas atau yang pernah berdinas di Dispotmar (dalam hal penilaian penugasan) untuk promosi kenaikan jabatan.

            Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
            Uncontrolled Keywords: Manajemen Sumber Daya Manusia, Pembinaan Potensi Maritim, Dispotmar TNI AL, Motivasi kerja, Peningkatan Kinerja, Metode Deskriptif dan Analisis Faktor
            Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
            Divisions: UNSPECIFIED
            Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
            Date Deposited: 27 Jan 2012 10:50
            Last Modified: 27 Jan 2012 10:50
            URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/1389

            Actions (login required)

            View Item