MB IPB Repository

ANALISA STRUKTUR PASAR PADA LELANG KOMODITAS TEH DI KANTOR PEMASARAN BERSAMA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA JAKARTA

Yulianto, . (2000) ANALISA STRUKTUR PASAR PADA LELANG KOMODITAS TEH DI KANTOR PEMASARAN BERSAMA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA JAKARTA. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (455Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF - Published Version
    Download (254Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF - Published Version
      Download (500Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF - Published Version
        Download (553Kb) | Preview
          [img]
          Preview
          PDF - Published Version
          Download (750Kb) | Preview

            Abstract

            INGKASAN EKSEKUTIF YULIANTO " Analisa Struktur Pasar Pada Lelang Komoditas Teh Di Kantor Pemasaran Bersama PT. Perkebunan Nusantara Jakarta " (Dibawah bimbingan Ujang Sumarwan dan Aji Hermawan). Sektor pertanian merupakan sektor non migas yang mempunyaiperanan penting dalam menghasilkan devisa negara. Sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 1tahun 2982, nilai ekspor dari sektor non migas mampu melampaui nilai ekspor dari sektor migas. Dari keseluruhan ekspor sektor pertanian pada tahun 1991, sub sektor perkebunan menyumbang sebesar 62,3 persen sedangkan sub sektor perikanan menyumbang sebesar 28,3 persen. Komoditas teh merupakan salah satu andalan dari sub sektor perkebunan untuk menghasilkan devisa, selain karet, kopi dan kelapa sawit. lndonesia merupakan salah satu negara penghasil dan eksportir terbesar komoditas teh di pasar internasional. Ekspor teh lndonesia sebagian besar dihasilkan oleh PT. Perkebunan Nusantara. Ada 6 PT. Perkebunan Nusantara yang menghasilkan teh, yaitu PT. Perkebunan Nusantara IV, VI, VII, VIII, IX dan XII. PT. Perkebunan Nusantara VIII merupakan penghasil komoditas teh terbesar di lndonesia. Dalam pemasarannya, PT. Perkebunan Nusantara membentuk suatu perusahaan yang dikenal dengan nama Kantor Pemasaran Bersama PT. Perkebunan Nusantara yang kantor pusatnya berlokasi di Jakarta. Selain di Jakarta, PT. Perkebunan Nusantara juga mendirikan cabang Kantor Pemasaran Bersama di Surabaya dan Medan. Tujuan pembentukan beberapa Kantor Pemasaran bersama ini terutama untuk memudahkan dalam pengangkutan dan penyimpanan komoditas perkebunan yang dihasilkan. Dasar hukum pendirian Kantor Pemasaran Bersama adalah Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor : 166/kpts/OT.210/3/1990. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pengaruh dominasi beberapa agen besar terhadap penjualan komoditas teh dalam pelaksanaan lelang di Kantor Pemasaran Bersama PT. Perkebunan Nusantara Jakarta ? ; 2. Bagaimana pengaruh harga komoditas teh yang cenderung berfluktuasi di pasar internasional terhadap harga komoditas teh dalam lelang di Kantor Pemasaran Bersama Jakarta ? dan 3. Bagaimana pelaksanaan lelang komoditas teh di Kantor Pemasaran Bersama Jakarta ? Dari rumusan masalah di atas, yang menjadi tujuan daripada penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui struktur pasar pada pelelangan komoditas teh yang dilaksanakan oleh Kantor Pemasaran Bersama PT. Perkebunan Nusantara Jakarta ; 2. Untuk mengetahui keterkaitan antara fluktuasi harga komoditas teh yang terjadi di pasar internasional dengan harga lelang komoditas teh yang terjadi di Kantor Pemasaran Bersama PT. Perkebunan Nusantara Jakarta dan 3. Memberikan alternatif jumlah peserta lelang yang paling optimal dan menguntungkan. Dalam memasarkan komoditas teh, divisi teh Kantor Pemasaran Bersama menggunakan cara lelang yang pelaksanaannya dilakukan secara rutin setiap hari Rabu pukul 10.00 WIB. Lelang dihadiri oleh para buying Agent yang merupakan wakil dari para pembeli (importir) dari luar negeri. Lelang dilakukan dengan cara terbuka, dimana pemenang lelang adalah peserta lelang yang mencapai harga penawaran tertinggi dan berada di atas harga limit yang telah ditentukan oleh divisi teh Kantor Pemasaran Bersama. Panitia atau pemimpin lelang akan mengetukkan palu apabila komoditas teh tersebut telah dimenangkan oleh salah satu peserta lelang. Apabila penawar tertinggi tidak melampaui harga limit maka penyelesaian dilakukan dengan cara negoisasi, baik pada saat lelang masih berlangsung atau setelah lelang berakhir. Struktur pasar lelang komoditas teh di Kantor Pemasaran Bersama cenderung terkonsentrasi. Hal ini berarti bahwa dalam pelaksanaan lelang, hanya sebagian kecil pembeli yang membeli sebagian besar dari komoditas teh yang ditawarkan. Pembeli yang menguasai pembelian komoditas teh pada lelang di Kantor Pemasaran bersama merupakan pembeli besar yang mempunyai jaringan bisnis yang cukup besar.Selama 5 tahun terakhir pembelian komoditas teh di pelelangan Kantor Pemasaran Bersama Jakarta sebagian besar dikuasai oleh 4 pembeli besar, yaitu CTG, Sariwangi, Trijasa dan E. Link S. Empat pembeli terbesar itu membeli sekitar 60 sampai 70 persen dari total keseluruhan komoditas teh yang ditawarkan. Struktur pasar yang terkonsentrasi ini sangat tidak menguntungkan bagi pihak Kantor Pemasaran Bersama. karena dengan dikuasainya pembelian oleh sebagian kecil pembeli maka Kantor pemasaran bersama mempunyai tingkat ketergantungan yang cukup tinggi pada sebagian kecil pembeli tersebut. Ketergantungan yang cukup tinggi tersebut berakibat pada lebih rendahnya posisi tawar Kantor Pemasaran Bersama sehingga ha1 ini akan berpengaruh terhadap tingkat harga yang terjadi. Selain struktur pasar yang terkonsentrasi, kualitas teh merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya harga komoditas teh Indonesia di pasar internasional. Kualitas komoditas teh yang dihasilkan oleh PT. Perkebunan Nusantara relatif masih lebih rendah jika dibandingkan dengan penghasil komoditas teh dunia lainnya, seperti India, Kenya dan Cina. Harga komoditas teh cenderung berfluktuasi. Berfluktuasinya harga komoditas teh ini dipengaruhi oleh faktor alam (musim), jumlah negara penghasil teh yang semakin meningkat dan produksi komoditas teh yang melebihi konsumsi sehingga berakibat pada melimpahnya komoditas teh di pasar internasional (over supply). Apabila salah satu penghasil terbesar komoditas teh dunia mengalami bencana (musim dingin atau kemarau panjang misalnya), maka harga komoditas teh di pasar internasional cenderung mengalami peningkatan. Kondisi alam yang tidak menentu sepanjang tahun ini yang mengakibatkan sulitnya menstabilkan harga komoditas teh. Dalam menghadapi persaingan perdagangan komoditas teh di pasar internasional yang semakin ketat, maka negara-negara penghasil komoditas teh perlu melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Selain dengan cara peningkatan mutu atau kualitas komoditas teh yang diperdagangkan, pembatasan produksi oleh masing- masing negara penghasil komoditas teh merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh agar tidak terjadi kelebihan penawaran komoditas teh di pasar internasional sehingga harga komoditas teh dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Selama periode tahun 1995 sampai dengan tahun 1999, berdasarkan persentase jumlah komoditas teh yang terjual pada saat lelang dapat disimpulkan bahwa penjualan terbaik terjadi pada tahun 1997 dimana sekitar 80 persen dari seluruh komoditas teh terjual pada saat lelang berlangsung. Jumlah pembeli pada tahun 1997 bukan yang terbanyak ataupun yang paling sedikit. Jumlah peserta lelang terbanyak pada tahun 1995, yaitu sebanyak 29 pembeli dan jumlah peserta lelang paling sedikit pada tahun 1999, yaitu sebanyak 20 pembeli. Sedangkan pada tahun 1997 jumlah peserta lelang sebanyak 25. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah peserta lelang tidak mempengaruhi secara langsung persentase penjualan komoditas teh pada lelang di Kantor Pemasaran Bersama Jakarta. Dengan demikian perlu kiranya Indonesia sebagai salah satu negara penghasil komoditas teh untuk lebih meningkatkan kualitas daripada komoditas teh yang dihasilkannya, sehingga dapat bersaing di pasar internasional. Selain itu usaha untuk lebih memberdayakan pasar lokal sangat diperlukan untuk masa-masa yang akan datang.

            Item Type: Thesis or Disertation (Masters)
            Subjects: Manajemen Strategi
            Divisions: Graduate Program of Management and Business > Perpustakaan
            Depositing User: Staff-2 Perpustakaan
            Date Deposited: 17 Mar 2012 22:08
            Last Modified: 17 Mar 2012 22:08
            URI: http://repository.mb.ipb.ac.id/id/eprint/1347

            Actions (login required)

            View Item